Bimtek RSUD / Puskesmas

Bimtek Pedoman Pengelolaan Pemenuhan Kecukupan SKP bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan

7 4 1

Deskripsi

Bimtek Pedoman Pengelolaan Pemenuhan Kecukupan Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai kebijakan dan mekanisme pemenuhan SKP sebagai bagian dari pengembangan kompetensi profesional tenaga medis dan tenaga kesehatan. Pedoman ini menjadi acuan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, konsil, kolegium, unit kerja terkait peningkatan mutu, serta lembaga penyelenggara kegiatan pembelajaran terakreditasi.

Materi membahas konsep pemenuhan SKP, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB), pembagian ranah pembelajaran, pelayanan, dan pengabdian, serta mekanisme pencatatan dan pengelolaan capaian SKP. Peserta juga akan memahami peran masing-masing pihak dalam pemenuhan SKP, pengakuan kegiatan pengembangan kompetensi, serta pemanfaatan sistem informasi kesehatan dalam pencatatan capaian SKP.

Melalui pembahasan regulasi, studi kasus, dan latihan pengelolaan capaian SKP, peserta diharapkan mampu menerapkan pedoman secara lebih tertib, terukur, dan sesuai ketentuan dalam mendukung pengembangan profesional berkelanjutan.

Tujuan Bimtek Pedoman Pengelolaan Pemenuhan Kecukupan SKP bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan

  1. Memahami kebijakan dan konsep dasar pemenuhan SKP.
  2. Memahami prinsip Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB).
  3. Memahami tiga ranah pemenuhan SKP.
  4. Memahami mekanisme perolehan dan pencatatan SKP.
  5. Memahami peran tenaga medis, tenaga kesehatan, kolegium, dan penyelenggara kegiatan.
  6. Mampu mengidentifikasi kegiatan yang dapat mendukung pemenuhan SKP.
  7. Mampu melakukan pengelolaan dan dokumentasi capaian SKP.
  8. Meningkatkan kesiapan dalam memenuhi kecukupan SKP sesuai ketentuan.

Manfaat Bimtek Pedoman Pengelolaan Pemenuhan Kecukupan SKP bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan

  1. Memahami pedoman pemenuhan SKP secara lebih sistematis.
  2. Membantu tenaga medis dan tenaga kesehatan merencanakan pemenuhan SKP.
  3. Meningkatkan ketertiban pencatatan dan dokumentasi kegiatan.
  4. Memahami pengembangan kompetensi melalui P2KB.
  5. Mengurangi kesalahan dalam pengelolaan capaian SKP.
  6. Memudahkan monitoring dan evaluasi pemenuhan SKP.
  7. Meningkatkan kesiapan administrasi terkait pemenuhan SKP.
  8. Mendukung pengembangan profesional tenaga medis dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan.

Materi Bahasan 2 Hari

Hari 1 – Kebijakan dan Konsep Pemenuhan SKP

Sesi 1: Kebijakan dan Regulasi Pemenuhan SKP

  • Kebijakan pemenuhan kecukupan SKP
  • KMK tentang Pedoman Pengelolaan Pemenuhan Kecukupan SKP
  • Hubungan SKP dengan pengembangan kompetensi dan praktik profesional
  • Ruang lingkup dan prinsip pedoman

Sesi 2: Konsep P2KB dan Pemenuhan SKP

  • Pengertian Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB)
  • Tujuan pemenuhan SKP
  • Periode dan target pemenuhan SKP
  • Prinsip pengembangan kompetensi berkelanjutan

Sesi 3: Ranah Pemenuhan SKP

  • Ranah pembelajaran
  • Ranah pelayanan/profesionalisme
  • Ranah pengabdian
  • Jenis kegiatan pada masing-masing ranah
  • Dokumentasi dan bukti kegiatan

Sesi 4: Peran dan Tanggung Jawab Para Pihak

  • Peran tenaga medis dan tenaga kesehatan
  • Peran kolegium
  • Peran konsil
  • Peran Kementerian Kesehatan
  • Peran lembaga penyelenggara kegiatan pembelajaran

Hari 2 – Pengelolaan, Pencatatan, dan Praktik SKP

Sesi 5: Pengelolaan dan Pencatatan Capaian SKP

  • Identifikasi kegiatan pemenuhan SKP
  • Pengumpulan bukti dan dokumen pendukung
  • Pencatatan capaian SKP
  • Verifikasi dan pengakuan capaian

Sesi 6: Sistem Informasi dan Administrasi SKP

  • Mekanisme pencatatan capaian SKP
  • Integrasi data dalam sistem informasi kesehatan
  • Penginputan capaian kegiatan
  • Monitoring status pemenuhan SKP

Sesi 7: Studi Kasus dan Simulasi Pengelolaan SKP

  • Identifikasi kegiatan yang dapat memperoleh SKP
  • Simulasi perencanaan pemenuhan SKP
  • Simulasi pencatatan dan dokumentasi
  • Analisis permasalahan pemenuhan SKP

Sesi 8: Evaluasi dan Rencana Pemenuhan SKP

  • Monitoring capaian SKP
  • Identifikasi kekurangan capaian
  • Penyusunan rencana pemenuhan SKP
  • Evaluasi dan tindak lanjut
  • Penyusunan action plan pemenuhan SKP

FAQ

1. Siapa yang dapat mengikuti bimtek ini?
Bimtek ditujukan bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, pengelola SDM kesehatan, pengelola mutu, institusi pelayanan kesehatan, serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan pemenuhan SKP.

2. Apa saja ranah pemenuhan SKP?
Pedoman mencakup tiga ranah, yaitu pembelajaran, pelayanan, dan pengabdian.

3. Apakah bimtek membahas pencatatan SKP?
Ya. Materi mencakup dokumentasi, pencatatan, verifikasi, dan pengelolaan capaian SKP.

4. Apakah terdapat praktik dalam pelatihan?
Ya. Peserta akan mengikuti studi kasus dan simulasi perencanaan serta pengelolaan capaian SKP.

5. Mengapa pemenuhan SKP penting bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan?
Pemenuhan SKP merupakan bagian dari pengembangan dan pemeliharaan kompetensi profesional serta berkaitan dengan proses perpanjangan izin praktik sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk itu Pemerintah Daerah Dan Swasta haruslah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang optimal mengenai Opsi di Atas untuk itu kami LATIHNAS PENGEMBANGAN MANAJEMEN Meyelengarakan Bimtek Pedoman Pengelolaan Pemenuhan Kecukupan SKP bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan

PROSEDUR PENDAFTARAN

Surat beserta jadwal kegiatan akan dikirim setelah melakukan konfirmasi ke kami.
Surat beserta jadwal dapat dikirim melalui Faximile/Email atau WhatsApp.
Bagi Peserta minimal 6 orang dapat menentukan waktu, tempat dan materi kegiatan
Pendaftaran peserta paling lambat 5 hari sebelum pelaksanaan kegiatan
Materi sesuai jadwal yang telah terlaksana bisa dijadwalkan kembali sesuai keinganan peserta

KONTAK PERSON

Telp/Fax : 021-22036025
HP : 0813 1607 9019 – 0811 9229 577
WhatsApp : 0813 1607 9019 – 0811 9229 577

author-avatar

Tentang LATIHNAS

LATIHNAS didukung tenaga pendidik yang berpengalaman dan bersertifikasi trainer khususnya bidang sdm, keuangan, IT, untuk meningkatkan kualitas dan mutu SDM berbagai kalangan di mana pendidikan yang berkualitas adalah tolak ukurnya

Tinggalkan Balasan